Energipos.com/Energisiana/Jurnalisme Warga

shadow

Datang Bawa Rumput, Pulang Nenteng Biogas

Kerja keras dan jatuh bangun Sri Wahyuni menggeluti biogas terbukti tak sia-sia. Kendati mengeluarkan dana maupun waktu yang tidak sedikit, melalui PT SWEN Inovasi Transfer biogas yang diproduksi membukakan mata masyarakat arti strategisnya biogas. Temuan, Sri melalui perusahaannya yang fenomenal adalah biogas kemasan. ?Bahan baku kemasan berupa lembaran yang terbuat dari plastik dan karet ini saya impor dari China,? ujar Sri sambil menunjukan kemasan mirip balon berwarna biru. Sri mengaku sudah melakukan berbagai uji coba dan penelitian guna menghasilkan biogas dalam kemasan ini. Berbagai jenis plastik, terpal maupun bahan lainnya dia uji coba. Hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya plastik-karet China memenuhi keinginannya. Biogas dalam kemasan (biogas storage) ini memungkinkan dibawa konsumen yang tinggal jauh dari lokasi produksi biogas. Memiliki kapasitas sekitar 2 meter kubik, biogas ini mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar setiap rumah tangga di desa selama sehari. Biogas kemasan itu bisa dimanfaatkan untuk memasak, menyalakan lampu maupun keperluan lain. Setiap warga desa bisa membawa sekeranjang rumput untuk makan sapi ditukarkan satu kemasan di lokasi produksi biogas. ?Datang bawa rumput, pulang bawa biogas.? Melalui PT SWEN, Sri juga mengembangkan aneka produk peralatan berbahan bakar biogas. Antara lain kompor, rice cooker, lampu petromak, pemanas anak ayam, alat pateurisasi, oven biogas dsbnya. Soal biogas, Sri Wahyuni lah ratunya eh ahlinya.(ris)

Baca Juga